Monday, July 11, 2011

Akbar: Golkar Tak Minta Sultan Mundur

Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar, Akbar Tanjung


SURABAYA, KOMPAS.com — Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Akbar Tandjung menegaskan, mundurnya Sultan Hamengku Buwono X dari Ormas Nasional Demokrat adalah kehendak pribadi, bukan karena intervensi dari Partai Golkar.

"Partai Golkar tidak campur tangan atas keluarnya Sultan dari Ormas Nasional Demokrat. Itu kehendak pribadi," katanya usai menghadiri Pelantikan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur di Surabaya, Jumat (8/7/2011).

Menurut dia, mundurnya Sultan adalah suatu kewajaran dan merupakan keputusan yang sangat tepat. Arah Nasdem yang awalnya hanya organisasi massa akan menjadi Partai politik meskipun belum sah secara hukum. Lagi pula, sudah sejak lama Partai Golkar meminta kepada kadernya yang ada di ormas tersebut untuk berhati-hati karena ormas tersebut akan berubah menjadi parpol.

"Jika Nasdem sudah mendaftar resmi ke Kemenkum dan HAM, Golkar pasti akan menentukan sikap kepada kader-kadernya yang ada di situ, sanksi terberat bisa sampai pemecatan," ujar politisi senior Partai Golkar ini.

Seperti diberitakan, Sultan Hamengku Buwono X menyatakan keluar dari Ormas Nasdem dengan alasan tidak pernah ada kesepakatan bahwa ormas pimpinan Surya Paloh itu akan menjadi partai politik.

Keputusan itu bagi Sultan selaras dengan rancangan UU Keistimewaan Yogyakarta yang mengatur jika dia ditetapkan sebagai Gubernur DIY, harus bebas dari embel-embel partai politik.



Sultan Keluar, Golkar DIY Syukuran

Ketua DPD Golkar DIY yang juga anggota komisi IX DPR RI menyerahkan bantuan makanan pendamping ASI kepada sejumlah ibu pengasuh PAUD di Yogyakarta.


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Jajaran DPD Partai Golkar DIY akan menggelar syukuran menyusul pengunduran diri Sri Sultan Hamengku Buwono X dari Nasional Demokrat (Nasdem).

"Pengunduran diri Ngarso dalem (Sultan) dari Nasdem merupakan langkah yang tepat. Kami selaku yunior beliau di Partai Golkar mengucapkan syukur. Ucapan syukur ini akan kami wujudkan dengan menggelar acara syukuran," ujar Ketua DPD Partai Golkar DIY, Gandung Pardiman di Kantor DPD Partai Golkar DIY, Minggu (10/07/2011).

Gandung yang juga anggota Komisi IX DPR RI, lebih lanjut mengatakan, "Kami percaya Sri Sultan Hamengku Buwono X tahu apa yang terbaik untuk rakyat Yogyakarta dan untuk bangsa Indonesia." 

Selanjutnya Gandung mengatakan, pihak Golkar akan menyakan kepada seluruh kader yang kini masih tergabung di dalam Nasdem, untuk menjatuhkan pilihan, apakah akan bertahan di Golkar atau pindah ke Nasdem. "Seluruh kader partai Golkar, baik kader struktural, sayap maupun yang ada di hasta karya akan kita minta ketegasannya tetap di Golkar atau memilih Nasdem," ujarnya.



Setia Kepada Golkar, Sultan Tinggalkan Nasdem

Sri Sultan Hamengkubuwono X

Oleh: MA Hailuki
Nasional - Kamis, 7 Juli 2011 | 11:55 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Sri Sultan Hamengkubuwono X bersama sejumlah tokoh lainnya menyatakan mengundurkan diri dari ormas Nasional Demokrat (Nasdem).


"Tadi malam surat pengunduran dirinya diserahkan ke DPP," ujar Wakil Sekjen Nasdem Samuel Nitisaputra kepada INILAH.COM, Kamis (7/7/2011).


Samuel menjelaskan, mundurnya Sultan dari Nasdem karena saat ini ormas bentukan Surya Dharma Paloh itu tengah bertransformasi menjadi partai politik.
"Ini sudah tidak sesuai platform awal bahwa Nasem hanya ormas, bukan parpol. Partai Nasdem yang sudah didaftarkan di Kemenkumham isinya orang-orang Ormas Nasdem juga," terang mantan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.
Setelah mengundurkan diri dari Nasdem, sebutnya, Sri Sultan dan sejumlah tokoh lainnya akan kembali ke partai masing-masing. "Sultan ya tetap Golkar, kalau saya kembali independen," terangnya. [mah]

Friday, June 3, 2011

Nilai-Nilai Pancasila Dikerdilkan

Ketua Umum PP Nasional Demokrat Surya Paloh
Jakarta, Webnasdem – Situasi kebangsaan akhir-akhir ini semakin memperihatinkan. Ia bahkan ditengarai tengah berada di titik paling nadir perjalanan bangsa ini. Demikian dikemukakan oleh Ketua Umum Surya Paloh saat menerima rombongan Walikota Bengkulu Ahmad Kanedi di Kantor Pusat Nasional Demokrat di Gondangdia, Jakarta, Selasa (31/5).

“Posisi hari ini, posisi yang menggelisahkan hati kita sebagai suatu bangsa, ketika rasa semangat kebangsaan, semangat patriotisme, harus jujur kita akui, berada pada posisi paling mengkawatirkan.Tidak ada lagi getaran dalam sukma hati kita” kata Surya.

Surya mengatakan, kekeringan semangat nasionalisme tesebut dikarenakan kebanyakan anak bangsa mulai mengkerdilkan nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan bernegara. Indikasi tersebut dengan mudah dijumpai ketika generasi sekarang hanya memahami Pancasila sebatas simbol saja.

“Kita tidak memberikan rohnya, karena kita tidak rawat ia (Pancasila). Kita tidak pernah melakukan penajaman tentang ideologi Pancasila. Dalam interaksi sosial kita tidak menghormati gagasan tentang kepancasilaan,” tambahnya.

Oleh karena itu Surya mengajak generasi muda untuk mengeingat sejarah para pendiri bangsa yang telah meletakkan rumusan Pancasila sebagai ideologi universal yang sesuai dengan kultur kebangsaan Indonesia.

“Posisi ini (harus) dimulai oleh kita. Kepada siapa kita bersandar kalau tidak menghormati ideologi kebangsaan kita sendiri. Ada pertanggungjawaban kita sebagai makhluk sosial, ada pertanggungjawaban kita untuk memberi nilai terhadap perkembangan negeri ini,” katanya kembali.

Pada kesempatan tersebut Surya didampingi Wasekjen Renlitbang Willy Aditya. Dia juga ikut menyoroti beberapa persoalan tersebut. Menurutnya permasalahn yang timbul disebabkan karena ketidaktegasan pemimpin dalam mengayomi rakyat. Ini yang menimbulkan gejolak sosial politik dewasa ini. (008)

Monday, April 25, 2011

Partai Nasdem yang Daftar ke Kemenkum Bukan Milik Surya Paloh

Jakarta - Nasional Demokrat (Nasdem) yang mendaftar di Kemenkum HAM bukan didaftarkan oleh Nasdem milik Surya Paloh. Nasdem ormas milik Surya Paloh tetap belum memutuskan menjadi parpol.

Direktur Tata Negara Kemenkum HAM, Asyari Syihabuddin, kepada wartawan, Senin (25/4/2011), menuturkan Partai Nasdem didaftarkan Ketua Patrice Rio Capella dan Sekretaris Jenderal Ahmad Rofiq.

Sementara Sekjen Nasional Demokrat, Syamsul Maarif membenarkan hal ini. Menurutnya, partai yang baru didaftarkan bukan merupakan kepanjangan tangan dari Nasdem.

"Partai itu dibentuk oleh orang yang menghendaki bukan oleh organisasi Nasdem. Sampai saat ini tak ada satu pun surat yang saya tandatangani untuk syarat maju sebagai parpol, karena itu hasil Rapimnas kami, kami tak maju sebagai parpol," tutur Syamsul saat dihubungi wartawan.

Namun demikian, Syamsul menuturkan, Surya Paloh yang juga Ketua Dewan Penasehat Nasdem juga tidak melarang pembentukan parpol. Surya membebaskan kader Nasdem berpolitik di luar kerangka ormas Nasdem.

"Nama Nasdem kan memang tidak membutuhkan izin organisasi Nasdem, nggak masalah. Kalaupun namanya persis sama, itu bukan Nasdem kami. Surya Paloh itu memberi kesempatan kepada orang-orang yang berniat untuk mendirikan partai sendiri. Jadi yang mendirikan itu ya orang-orang partai Nasdem bukan kami," tutur Syamsul.

Syamsul masih hendak mengecek kembali siapa anggota ormas Nasdem yang mendirikan partai Nasdem. "Kalau ada yang bilang partai Nasdem dibentuk oleh ormas Nasdem nggak pernah. Sebenarnya di pemilu tahun 1999 ada parpol yang namanya Nasdem di pemilu tapi nggak dapat kursi. Saya tak tahu apakah ada hubungan yang mendaftar itu dengan yang ini. Tapi yang pasti kalau ada yang memasukkan pendaftaran Kemenkumham itu bukan ormas kami," tandasnya.

http://www.detiknews.com/read/2011/04/25/181559/1625045/10/

Sekjen Golkar: Ikut Partai Nasdem Otomatis Tinggalkan Golkar

Sekjen Partai Golkar: Idrus Marham
Senin, 25/04/2011 18:15 WIB
Elvan Dany Sutrisno - detikNews

Jakarta - Sekjen Partai Golkar Idrus Marham memperingatkan anggotanya agar mematuhi UU mengenai keanggotaan parpol. Seandainya ada kader Golkar yang memilih ikut Partai Nasdem, maka otomatis meninggalkan Golkar.

Menurut Idrus, UU Parpol tidak memungkinkan seorang memiliki dua keanggotaan parpol. Karenanya, jika ada kader Golkar yang masih di Nasdem dan memilih ikut Nasdem, maka dengan sendirinya keluar dari partai berigin itu.

"Loh itu kan Undang-undang, kita ikutin UU saja, jadi Partai Golkar adalah taat azaz," ujar Sekjen Golkar, Idrus Marham, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/4/2011).

Idrus menuturkan, setiap kader Golkar tentu tahu konsekuensi-konsekuensi jika melanggar UU. Namun Golkar tak pernah melarang anggotanya keluar parpol.


"Kalau itu pilihan mereka silahkan, kan semua harus ikut UU. Kalau mereka misalnya mau menggunakan hak pribadi kemana silahkan digunakan," terang Idrus.

Sebelumnya diberitakan Nasional Demokrat dan Nasional Republik resmi mendaftarkan diri ke Kemenkum Ham. Nasdem mendaftarkan diri dengan Ketua Patrice Rio Capella yang juga pengurus PAN dan Sekretaris Jenderal Ahmad Rofiq yang Sekjen PMB. Keduanya merupakan pengurus aktif ormas besutan Surya Paloh. (van/ndr)

Friday, April 22, 2011

Politik dan Pengangguran

Oleh Didik J Rachbini

POLITIK pada saat ini kurang memperhatikan politik ekonomi, utamanya politik pengurangan pengangguran atau politik penciptaan lapangan kerja.Pemerintah dan parlemen habis waktu untuk konflik dan menghadapi kasus-kasus, yang sering tidak berhubungan dengan kepentingan kesejahteraan rakyat secara langsung. Karena itu, masalah pengangguran terbuka dan lebih banyak lagi pengangguran terselubung masih tidak bisa dipecahkan.

Tingkat pengangguran di Indonesia tergolong paling tinggi di kawasan Asia Tenggara.Sepintas jika hanya dilihat dari pertumbuhannya, bisa ditebak kesimpulannya bahwa ekonomi Indonesia tidak mempunyai masalah. Sejauh ini pertumbuhan ekonomi sudah melewati batas moderat sampai bahkan pada level pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Perencanaan pemerintah dalam asumsi anggaran selalu optimistis dengan menetapkan pertumbuhan di atas 6%. Rencana dan keputusan seperti ini wajar karena Indonesia memang sedang berada di kawasan pasar, yang sedang berkembang dan bahkan tumbuh pesat. Kini Indonesia tidak bisa lagi menyatakan diri sebagai negara yang pertumbuhan ekonominya paling tinggi di kawasan ASEAN. Negara-negara lain di sekitar kita juga sudah pulih dengan cepat dan ekonominya bertumbuh pada tingkat yang tinggi melebihi kita.

Pada 2009 ketika ekonomi dunia mengalami krisis, kita berbangga bahwa pertumbuhan ekonomi masih bertumbuh positif sampai 4,3%. Sementara itu, perekonomian negara-negara lain tumbuh negatif. Ini bisa dibanggakan untuk sementara karena ekonomi Indonesia tidak terpuruk ke dalam krisis. Namun, secara umum, negara-negara Asia Tenggara bisa bertahan dalam krisis 2008-2009, yang sama sekali berbeda dengan krisis 1998. Tetapi jika menyimak ke dalam struktur perekonomian nasional, ada masalah yang tidak dapat dipecahkan dengan semata-mata pertumbuhan ekonomi itu.

Dua masalah yang sedang dihadapi masyarakat, pertama adalah tingkat pengangguran terbuka yang tinggi dan tergolong paling tinggi di ASEAN. Yang kedua adalah kasus pengangguran terselubung yang sangat besar jumlahnya dan disertai penyebaran sektor informal yang meluas. Tingkat pengangguran terbuka dalam ukuran normatif masih tergolong tinggi karena tingkatnya dua kali lipat pengangguran normal ketika tercapai level full employment.

Sementara itu, tingkat pengangguran tersebut jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN di sekitarnya jauh lebih tinggi, bahkan sampai 2-3 kali lipat.Sektor industri sekarang merosot drastis karena paling tidak dua sebab, yaitu kekosongan strategi kebijakan dan pengaruh China yang dibiarkan. Sektor industri pada saat ini bukan hanya tidak mampu menyerap tenaga kerja baru. Lebih dari itu, memuntahkan tenaga kerja yang sudah ada di dalamnya keluar menjadi tenaga kerja pengangguran.

Atau setidaknya tenaga kerja di dalam industri tersebut terlempar keluar masuk sektor informal menjadi tenaga kerja setengah pengangguran.Pertumbuhan tenaga kerja sektor industri sekarang negatif, rata-rata sekitar -5% pertahun. pertumbuhan sebagian sektor industri juga negatif, meskipun secara keseluruhan positif rendah. Itu artinya Indonesia sudah kehilangan momentum untuk memperkuat sektor industri.

Sektor ini tidak dapat membantu memperbaiki keadaan dari luasnya gabungan pengangguran terbuka dan pengangguran terselubung.Karena itu, tidak mengherankan jika ekonomi Indonesia berwajah ganda. Satu sisi adalah sektor modern yang sudah mapan dan dicirikan dengan pertumbuhan yang tinggi itu serta dibanggakan terus oleh pemerintah. Tetapi pada sisi lain, sektor informal semakin memburuk dan tetap menjadi penyangga pada saat krisis ataupun saat normal seperti sekarang ini. Jumlah sektor informal bertambah banyak pada saat ini. Itu berarti pertumbuhan ekonomi tidak berhasil menyerap tenaga kerja di sektor formal.

Kemiskinan di daerah timur, seperti Papua, Maluku, dan NTT berkisar 30% sampai 40%. Secara keseluruhan kondisi masyarakat masih miskin seperti terlihat pada golongan miskin dengan kriteria lain pada program jamkesmas atau program raskin, yang jumlahnya mencapai tidak kurang dari 70 juta orang.

*) Tulisan pernah dimuat di Media Indonesia, 6/4/2011
Penulis adalah Ketua Bidang Renlitbang PP Nasional Demokrat